Selasa, 19 Mei 2015

Surat Untuk Sahabat



Kamarku, 15 Mei 2015
Dear Sahabat...
Aku tak tahu harus memulai semuanya dari mana? Perasaanku campur aduk, sedih, senang, tak mengerti. Semua terasa menyesakan dada ini. Kalian tahu betapa penting dan berartinya kehadiran kalian dalam perjalanan hidupku, namun sepertinya aku tak memiliki arti yang sama dimata kalian. Dulu setiap kali kita ada masalah selalu berbagi satu sama lain, susah, senang, canda tawa kita lalui bersama. Namun kini semua tak seperti dulu lagi.
Entah apa yang terjadi dengan hubungan persahabatan kita, bagiku kalian selalu menjadi tempat kembali yang nyaman dikala tak ada satupun yang memahamiku. Bagiku kalian sosok yang tak tergantikan, betapapun banyaknya orang silih datang dan pergi dalam kehidupanku. Tapi sosok kalian tetap hidup, tetap mengisi ruang dihatiku tak akan pernah tergantikan. Aku mencoba berfikir positif, mungkin karena kita memiliki kesibukan masing-masing. Apakah sesibuk itu? Aku akan mencoba mengerti untuk itu. Namun ketika aku tak lagi menjadi tempat kalian untuk berbagi, alasan apa lagi kini yang harus aku beri untuk menenangkan hatiku? Oh..mungkin mereka belum sempat cerita, mungkin mereka masih belum ingin berbagi. Aku dengan sebisaku, semampuku tetap untuk berfikir positif. Namun kini semua semakin tak bisa kupahami, semua semakin menyesakan hati. Rasanya aku tak sanggup lagi menahan semua sesak ini.
Aku tak lagi dianggap, aku tak lagi menjadi menjadi tempat kalian untuk kembali. Lalu salahkah jika kini hatiku bertanya, siapa aku sekarang? Masihkah aku sahabat kalian? Masihkan aku bagian dari cerita hidup kalian?. Kenapa hatiku merasa sayang dan cintaku pada kalian hanya pertepuk sebelah tangan, tidak kah kalian merasakan hal yang sama?. Kemana janji yang kalian ucapkan dulu? Mana persahabatan kita yang dulu?. Jujur hatiku menangis merindukan kalian. Hatiku teriris mengetahui aku tak lagi dibutuhkan.  Aku kecewa, aku marah, aku terluka, namun semua itu akan coba kupahami. Mungkin aku bukan lagi sosok sahabat terbaik untuk kalian.
Satu yang pasti, kalian akan tetap menjadi cerita indah yang akan ku ceritakan  kepada anak dan cucuku kelak. Kalian kan tetap menjadi bagian terpenting dalam hidupku, kalian akan tetap menjadi cerita indah tak terlupakan. Doa ku selalu untuk kebahagian dan kesuksesan kita semua, sahabat...
Aku yang merindukan sosok kalian.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates